Vertikultur

Rabu, 07 Maret 2018

0 komentar
Sumber: berkebunasik.com

Pengertian Vertikultur
Vertikultur berasal dari kata bahasa Inggris, vertical dan culture yang berarti sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Misalnya, lahan 1 meter mungkin hanya bisa untuk menanam 5 batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Vertikultur tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun. Struktur vertikal, memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya. Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana   alami yang menyenangkan.

Budidaya Vertikultur

0 komentar
Tahapan-tahapan Pembuatan Vertikultur
  • Pembuatan Wadah Tanam Vertikultur

         Contoh salah satu wadah tanam dibuat dari dua batang bambu yang masing- masing panjangnya 120 cm, dengan pembagian 100 cm untuk wadah tanam dan 20 cm sisanya untuk ditanam ke tanah. Pada setiap bambu akan dibuat lubang tanam sebanyak 10 buah. Bambu dipilih yang batangnya paling besar, lalu dipotong sesuai dengan ukuran yang ditetapkan. Semakin bagus kualitas bambu, semakin lama masa pemakaiannya. Di bagian 20 cm terdapat ruas yang nantinya akan menjadruas terakhir dihitung dari atas. Semua ruas bambu kecuali yang terakhir dibobol dengan menggunakan linggis supaya keseluruhan ruang dalam bambu terbuka. Di bagian inilah nantinya media tanam ditempatkan. untuk ruas terakhir tidak dibobol keseluruhan, melainkan hanya dibuat sejumlah lubang kecil dengan paku untuk sirkulasi air keluar wadah.

Analisis Usahatani Pertanian Organik Vertikultur di Kecamatan Medan Marelan

0 komentar
        Analisis Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan dan R/C Ratio pada Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kecamatan Medan Marelan Biaya terbesar usahatani sayuran organik vertikultur adalah biaya tenaga kerja dengan proporsi sebesar 41,62% dari total pengeluaran dan biaya terkecil adalah biaya pembelian obat pengendali hama organik sebesar 0,5%. Hal ini terjadi karena petani melakukan pengendalian hama dengan membuat obat pengendalian hama sendiri dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti tembakau dan bawang putih. Para petani yang rata-rata adalah anggota kelompok tani dilatih dalam pembuatan pengendali hama dan penyakit secara mandiri sehingga rata-rata petani dapat membuat pengendali hama sendiri untuk usahataninya. Distribusi biaya usahatani sayuran organik vertikultur dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 4.