Sumber: berkebunasik.com
Pengertian Vertikultur
Vertikultur
berasal dari kata bahasa Inggris, vertical
dan culture yang berarti sistem
budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan
lahan terbatas.
Misalnya, lahan 1 meter
mungkin hanya bisa untuk menanam 5
batang tanaman, dengan sistem vertikal bisa untuk 20 batang tanaman. Vertikultur
tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan
khasanah biodiversitas
di pekarangan yang sempit sekalipun. Struktur vertikal, memudahkan pengguna membuat dan
memeliharanya. Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana
alami yang menyenangkan.
Sumber: Youtube
Model, bahan, ukuran,
wadah vertikultur sangat
banyak, tinggal disesuaikan
dengan kondisi
dan keinginan. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi
tiga, atau dibentuk mirip anak
tangga, dengan beberapa undak-undakan
atau
sejumlah
rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, kaleng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi
dari vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda
bekas di
sekitar kita.
Persyaratan vertikultur
adalah
kuat
dan
mudah dipindah-pindahkan. Tanaman yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan
kebutuhan dan memiliki
nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara
lain selada, kangkung, bayam, pokcoy,
caisim, katuk,
kemangi, tomat, pare,
kacang panjang, mentimun dan tanaman sayuran daun lainnya.
Untuk tujuan komersial, pengembangan vertikultur ini
perlu dipertimbangkan
aspek ekonomisnya agar biaya produksi jangan sampai melebihi pendapatan dari hasil penjualan tanaman. Sedangkan untuk hobiis, vertikultur dapat dijadikan sebagai media kreativitas
dan memperoleh panenan yang
sehat dan berkualitas.
Dampak Positif dan Negatif Adanya Vertikultur :
Adapun dampak positif dan negatif
dari adanya sistem budidaya tanaman sayuran secara vertikultur adalah sebagai
berikut:
Dampak Positif :
- Vertikultur dapat dimanfaatkan pada lahan sempit yang tidak produktif
- Menambah nilai estetika lahan pekarangan
- Menambah pendapatan petani
- Meningkatkan produktivitas pertanian khususnya di bidang hortikultura
- Mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan ramah lingkungan
Dampak Negatif:
- Terbatasnya komoditi yang dapat ditanam menggunakan sistem vertikultur
- Membutuhkan modal besar sehingga harus mempertimbangkan aspek ekonomisnya jangan sampai biaya produksi melebihi pendapatan dari hasil penjualan

0 komentar:
Posting Komentar