Analisis Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan dan R/C Ratio pada Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kecamatan Medan Marelan Biaya terbesar usahatani sayuran organik vertikultur adalah biaya tenaga kerja dengan proporsi sebesar 41,62% dari total pengeluaran dan biaya terkecil adalah biaya pembelian obat pengendali hama organik sebesar 0,5%. Hal ini terjadi karena petani melakukan pengendalian hama dengan membuat obat pengendalian hama sendiri dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti tembakau dan bawang putih. Para petani yang rata-rata adalah anggota kelompok tani dilatih dalam pembuatan pengendali hama dan penyakit secara mandiri sehingga rata-rata petani dapat membuat pengendali hama sendiri untuk usahataninya. Distribusi biaya usahatani sayuran organik vertikultur dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Biaya Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan
| No | Uraian | Rata-Rata Biaya (Rp) | Persentase per Petani (%) |
| 1 | Bibit (Rp) | 21.880 | 10,39 |
| 2 | Pupuk Kandang (Rp) | 10.400 | 4,94 |
| 3 | Polibag (Rp) | 36.520 | 17,34 |
| 4 | Tenaga Kerja (Rp) | 87.632 | 41,62 |
| 5 | Penyusutan Peralatan (Rp) | 53.094 | 25,21 |
| 6 | Obat Pengendali Hama (Rp) | 1.042 | 0,5 |
| Jumlah | 210.568 | 100 | |
Sumber: Analisis Data Primer
Penerimaan terbesar usahatani sayuran organik vertikultur adalah penerimaan dari komoditi sawi dengan proporsi sebesar 39,54% dari total penerimaan dan penerimaan terkecil adalah penerimaan dari komoditi kangkung dengan proporsi sekitar 2,08%. Hal ini terjadi karena produksi komoditi kangkung sangat kecil yaitu sebesar 144 ons. Penerimaan usahatani sayuran organik vertikultur per petani dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Penerimaan Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan
| No | Komoditi | Uraian | |||
| Produksi (ons) | Harga (Rp/ons) | Penerimaan (Rp) | Persentase (%) | ||
| 1 | Sawi | 2.736 | 1.666 | 4.558.176 | 39,54 |
| 2 | Kangkung | 144 | 1.666 | 239.904 | 2,08 |
| 3 | Bayam | 416 | 1.666 | 693.056 | 6,01 |
| 4 | Cabai | 2.950 | 1.400 | 4.130.000 | 35,82 |
| 5 | Terong | 1.128 | 1.000 | 1.128.000 | 9,78 |
| 6 | Timun | 780 | 1.000 | 780.000 | 6,77 |
| Jumlah | 8.154 | 11.529.136 | 100 | ||
| Rata-Rata per Petani | 461.165 | ||||
Rata-rata pendapatan petani pertahunnya adalah sebesar Rp 250.597,- dan nilai Return Cost Ratio (R/C ratio) usahatani sayuran organik vertikultur ini adalah sebesar 2,19 (>1), yang artinya usahatani sayuran organik vertikultur di daerah penelitian layak untuk diusahakan . Rata-rata pendapatan dan hasil analisis perbandingan penerimaan dan total biaya usahatani (R/C ratio) sayuran organik vertikultur di Kecamatan Medan Marelan dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan
| Uraian | Rata-Rata per Petani |
| Total Biaya (Rp) | 210.568 |
| Harga Rata-Rata (Rp) | 1.416 |
| Produksi (Ons) | 325,16 |
| Penerimaan (Rp) | 461.165 |
| Pendapatan (Rp) | 250.597 |
R/C 2,19
Sumber : Analisis Data Primer
Sumber Artikel:
Meity, Utary Nur., Supriana, Tavi ., Fajar, Ayu Sri. 2011. Usahatani Dan Strategi
Pengembangan Pertanian Organik Vertikultur Di Kecamatan Medan Marelan.
Universitas Sumatera Utara : Medan
0 komentar:
Posting Komentar