Analisis Usahatani Pertanian Organik Vertikultur di Kecamatan Medan Marelan

Rabu, 07 Maret 2018

        Analisis Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan dan R/C Ratio pada Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di Kecamatan Medan Marelan Biaya terbesar usahatani sayuran organik vertikultur adalah biaya tenaga kerja dengan proporsi sebesar 41,62% dari total pengeluaran dan biaya terkecil adalah biaya pembelian obat pengendali hama organik sebesar 0,5%. Hal ini terjadi karena petani melakukan pengendalian hama dengan membuat obat pengendalian hama sendiri dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan seperti tembakau dan bawang putih. Para petani yang rata-rata adalah anggota kelompok tani dilatih dalam pembuatan pengendali hama dan penyakit secara mandiri sehingga rata-rata petani dapat membuat pengendali hama sendiri untuk usahataninya. Distribusi biaya usahatani sayuran organik vertikultur dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Biaya Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di    Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan
No Uraian Rata-Rata Biaya (Rp) Persentase per Petani (%)
1 Bibit (Rp) 21.880 10,39
2 Pupuk Kandang (Rp) 10.400 4,94
3 Polibag (Rp) 36.520 17,34
4 Tenaga Kerja (Rp) 87.632 41,62
5 Penyusutan Peralatan (Rp) 53.094 25,21
6 Obat Pengendali Hama (Rp) 1.042 0,5
Jumlah 210.568 100
Sumber: Analisis Data Primer

         Penerimaan terbesar usahatani sayuran organik vertikultur adalah penerimaan dari komoditi sawi dengan proporsi sebesar 39,54% dari total penerimaan dan penerimaan terkecil adalah penerimaan dari komoditi kangkung dengan proporsi sekitar 2,08%. Hal ini terjadi karena produksi komoditi kangkung sangat kecil yaitu sebesar 144 ons. Penerimaan usahatani sayuran organik vertikultur per petani dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 5. 

Tabel 5. Penerimaan Usahatani Sayuran Organik Vertikultur di    Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan
No Komoditi Uraian
Produksi (ons) Harga (Rp/ons) Penerimaan (Rp) Persentase (%)
1 Sawi 2.736 1.666 4.558.176 39,54
2 Kangkung 144 1.666 239.904 2,08
3 Bayam 416 1.666 693.056 6,01
4 Cabai 2.950 1.400 4.130.000 35,82
5 Terong 1.128 1.000 1.128.000 9,78
6 Timun 780 1.000 780.000 6,77
Jumlah 8.154 11.529.136 100
Rata-Rata per Petani 461.165
Sumber: Analisis Data Primer

       Rata-rata pendapatan petani pertahunnya adalah sebesar Rp 250.597,- dan nilai Return Cost Ratio (R/C ratio) usahatani sayuran organik vertikultur ini adalah sebesar 2,19 (>1), yang artinya usahatani sayuran organik vertikultur di daerah penelitian layak untuk diusahakan . Rata-rata pendapatan dan hasil analisis perbandingan penerimaan dan total biaya usahatani (R/C ratio) sayuran organik vertikultur di Kecamatan Medan Marelan dalam satu tahun dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Sayuran Organik   Vertikultur di   Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan

Uraian Rata-Rata per Petani
Total Biaya (Rp) 210.568
Harga Rata-Rata (Rp) 1.416
Produksi (Ons) 325,16
Penerimaan (Rp) 461.165
Pendapatan (Rp) 250.597
__________________________________________________
R/C                                                                                 2,19  
Sumber : Analisis Data Primer


Sumber Artikel:

Meity, Utary Nur.,  Supriana, Tavi ., Fajar, Ayu Sri. 2011. Usahatani Dan Strategi 

       Pengembangan Pertanian Organik Vertikultur Di Kecamatan Medan Marelan. 
       Universitas Sumatera Utara : Medan 

0 komentar:

Posting Komentar